Salah satu pilar pertumbuhan Tajdied Center adalah kerja sama dengan lebih dari 200 lembaga pendidikan di Indonesia—sekolah dasar Muhammadiyah, madrasah, TPQ masjid, hingga lembaga non-formal. Pola kerja sama umumnya meliputi pelatihan metode bagi guru BTQ, penyediaan kurikulum dan buku, supervisi berkala, serta standar evaluasi bacaan dan hafalan antar siswa.
Bagi kepala sekolah, mengadopsi Metode Tajdied berarti mendapatkan sistem yang teruji tanpa harus merancang silabus dari nol. Trainer Tajdied datang atau mendampingi secara daring untuk workshop guru, kemudian fase pendampingan kelas sampai guru mitra mandiri. Logo mitra ditampilkan di website sebagai bentuk apresiasi dan transparansi publik.
Studi kasus di SD Muhammadiyah di Surabaya, Sidoarjo, dan kota lain menunjukkan peningkatan prestasi siswa dalam lomba tilawah, munaqosah, dan kepercayaan diri membaca di depan umum. Guru melaporkan suasana kelas BTQ menjadi lebih hidup karena variasi aktivitas mnemonic dan SAS yang mudah direplikasi.
Lembaga yang berminat kerja sama dapat mengajukan proposal melalui email resmi atau WhatsApp dengan melampirkan profil sekolah, jumlah siswa, dan kondisi guru BTQ saat ini. Tim Tajdied akan menjadwalkan survei kebutuhan dan menawarkan skema pelatihan serta lisensi materi yang sesuai anggaran institusi.
Setelah kerja sama berjalan, evaluasi semesteran membantu sekolah melihat peningkatan nilai tilawah dan partisipasi lomba. Banyak sekolah mitra menampilkan logo Tajdied di brosur open house sebagai nilai tambah bagi calon orang tua murid. Kemitraan jangka panjang ini memperkuat ekosistem pendidikan Al-Qur'an formal di Indonesia. Tim Tajdied siap mendampingi dari tahap perencanaan, pelatihan guru, hingga monitoring capaian siswa selama dua semester pertama. Proposal kerja sama dapat dikirim kapan saja sepanjang tahun ajaran.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar