Kelas di Tajdied Center hanya sebagian kecil dari waktu belajar anak; sisanya terjadi di rumah. Peran orang tua menentukan apakah kemajuan di kelas bertahan atau memudar. Berikut tips praktis yang sering kami sampaikan di pertemuan orang tua:

Pertama, tetapkan waktu tetap—misalnya setelah Maghrib 15 menit—lebih baik daripada durasi panjang yang tidak konsisten. Kedua, duduk sejajar dengan anak, bukan berdiri menggurui dari atas, agar suasana tidak menegangkan. Ketiga, gunakan modul dan lagu yang sama dengan di kelas agar tidak membingungkan; jika lupa, tanya trainer atau tonton ulang video di Tajdied Educore.

Keempat, puji usaha bukan hanya hasil: "Ayah bangga kamu sudah berani membaca panjang" lebih memotivasi daripada "Masih salah terus." Kelima, hindari membandingkan dengan saudara atau tetangga; setiap anak punya kecepatan berbeda. Keenam, jika orang tua sendiri belum fasih, belajar bersama anak justru memperkuat ikatan dan keteladanan.

Ketujuh, komunikasikan kesulitan anak ke trainer Tajdied—masalah konsentrasi, ADHD, atau trauma di kelas sebelumnya—agar pendekatan disesuaikan. Kedelapan, ciptakan sudut belajar nyaman dengan pencahayaan cukup dan minim gangguan gadget. Dengan pendampingan yang sabar dan selaras dengan metode Tajdied, anak akan melihat Al-Qur'an sebagai teman sehari-hari, bukan beban.

Sembilan, ajak anak menulis target mingguan di papan kecil—misalnya “bisa baca surat An-Nas sampai An-Nasr”—dan beri stiker ketika tercapai. Sepuluh, jangan gunakan hukuman fisik atas kesalahan bacaan; ganti dengan latihan ulang singkat dan doa bersama. Pola positif ini selaras dengan filosofi Tajdied yang menumbuhkan cinta, bukan takut. Jika orang tua ikut belajar paralel, anak akan melihat keteladanan langsung dan semangat belajar meningkat di seluruh anggota keluarga. Trainer Tajdied siap memberi saran jika ada kendala di rumah.