Di tengah maraknya metode belajar Al-Qur'an yang beredar di Indonesia, muncul sebuah inovasi segar yang berasal dari Jawa Timur. Namanya adalah Metode Tajdied. Mungkin sebagian dari Anda baru pertama kali mendengar istilah ini. Lantas, apa sebenarnya Metode Tajdied itu, dan mengapa metode ini layak menjadi perhatian para orang tua serta pendidik?
Definisi Metode Tajdied
Secara etimologis, kata "Tajdied" terinspirasi dari kata Tajdid yang berarti pembaruan. Sesuai dengan namanya, Metode Tajdied hadir sebagai pembaruan dalam sistem pembelajaran Al-Qur'an yang selama ini cenderung konvensional. Metode ini dikembangkan secara serius oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan telah resmi menjadi kurikulum unggulan di berbagai lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Berbeda dengan metode lain yang mungkin terasa kaku dan membosankan, Metode Tajdied mengusung pendekatan belajar yang menyenangkan, sistematis, dan berbasis pada fitrah anak. Metode ini tidak hanya mengajarkan cara membaca huruf hijaiyah, tetapi juga membangun kecintaan anak terhadap Al-Qur'an sejak dini.
Keunikan Metode Tajdied dari Jawa Timur
Apa yang membuat Metode Tajdied begitu istimewa? Setidaknya ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi inovasi ini.
Pertama, Metode Tajdied menggabungkan SAS Murni (Struktural Analitik Sintetik) dengan teknik Mnemonik. Pendekatan SAS Murni memungkinkan anak belajar dari kesatuan utuh kalimat kemudian diurai menjadi bagian kecil, sementara Mnemonik menggunakan kata kunci dan jembatan keledai yang dekat dengan keseharian anak. Hasilnya, anak tidak hanya cepat membaca, tetapi juga paham.
Kedua, metode ini menggunakan nada Hijaz sebagai irama pembelajaran. Nada Hijaz dipilih karena memiliki karakteristik yang ringan, mudah diingat, dan mampu membangkitkan semangat anak saat belajar. Irama ini juga membantu anak lebih mudah melafalkan makhraj huruf dengan benar.
Ketiga, Metode Tajdied mengajarkan tajwid tanpa hafalan rumit. Aturan panjang pendek bacaan cukup diajarkan dengan tepuk tangan. Satu tepukan di telapak tangan untuk bacaan pendek, dua tepukan di paha untuk bacaan panjang. Gerakan fisik ini terbukti efektif memperkuat memori anak.
Sebaran dan Dampak Metode Tajdied
Hingga tahun 2025, Metode Tajdied telah digunakan oleh hampir 10.000 santri di berbagai wilayah Jawa Timur. Metode ini bahkan sudah dilengkapi dengan platform digital bernama Tajdied Educore untuk memudahkan pengelolaan pembelajaran. Anak-anak kelas 1 hingga 3 SD yang menggunakan metode ini umumnya sudah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar dalam waktu relatif singkat.
Dengan segala keunikannya, tidak heran jika Metode Tajdied kini menjadi primadona baru dalam inovasi belajar Al-Qur'an dari Jawa Timur. Bagi Anda yang sedang mencari metode belajar Al-Qur'an yang efektif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan anak, Tajdied bisa menjadi jawaban tepat.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar